0 0
Once Mekel, Dewa-19, dan Misteri Panggung El Rumi
Categories: Music and Artists

Once Mekel, Dewa-19, dan Misteri Panggung El Rumi

Read Time:3 Minute, 11 Second

thenewartfest.com – Nama Once Mekel kembali mengemuka seiring ramainya pemberitaan soal resepsi pernikahan El Rumi. Publik penasaran mengapa mantan vokalis dewa-19 itu tidak muncul di momen besar keluarga Ahmad Dhani. Di tengah sorotan terhadap hubungan Once dan dewa-19, satu fakta baru soal keberadaannya pada hari resepsi ikut memicu spekulasi berkepanjangan.

Situasi ini menarik diamati, bukan hanya sebagai gosip selebritas. Di balik absennya Once di acara El Rumi, tersimpan dinamika panjang antara musisi, manajemen, serta harapan penggemar dewa-19. Kontroversi panggung, aturan lisensi lagu, sampai ego kreatif jadi satu paket cerita. Dari sini, kita bisa melihat bagaimana reputasi, pertemanan, dan profesionalisme berjalan beriringan namun sering kali saling berbenturan.

Absennya Once di Resepsi El Rumi dan Sorotan ke Dewa-19

Kabar bahwa Once Mekel tidak hadir di resepsi El Rumi otomatis menarik nama dewa-19 ke permukaan. Grup legendaris itu identik dengan banyak fase vokalis, tetapi masa Once punya tempat spesial di hati penggemar. Ketika acara keluarga besar Ahmad Dhani berlangsung megah, sebagian warganet bertanya-tanya: benarkah hubungan Once serta dewa-19 sudah sedingin itu, sampai panggung resepsi pun tak mempertemukan mereka?

Belakangan terungkap, Once ternyata memiliki agenda pekerjaan berbeda di hari resepsi. Informasi inilah yang kemudian dijadikan alasan mengapa ia tak bisa tampil. Namun, publik sudah terlanjur mengaitkan absennya Once dengan konflik berkepanjangan bersama kubu dewa-19. Di media sosial, komentar bernada nostalgia bercampur kecewa, karena banyak yang berharap momen ini jadi titik damai antara Once dan mantan bandnya.

Dari sudut pandang pribadi, absennya Once justru memperlihatkan betapa kuatnya warisan musik dewa-19. Satu ketidakhadiran saja mampu memicu diskusi nasional. Fenomena ini menunjukkan, hubungan antara musisi dan band legendaris tak pernah sesederhana kontrak kerja. Ada warisan emosional penggemar, ada memori kolektif konser, juga ada harapan akan reuni yang sulit padam. Semua itu membuat tiap langkah Once dan dewa-19 selalu disorot besar-besaran.

Dinamika Once Mekel dan Dewa-19: Antara Hak Cipta dan Harapan Fans

Beberapa tahun terakhir, hubungan Once dengan dewa-19 sering dikaitkan dengan isu lisensi lagu serta hak tampil. Perdebatan soal boleh tidaknya Once membawakan repertoar dewa-19 di luar format resmi sering jadi bahan berita. Dari sisi bisnis, wajar bila karya dilindungi dan diatur penggunaannya. Namun bagi pendengar, lagu-lagu itu sudah melekat pada suara Once. Ketika batas hukum bersinggungan dengan ikatan emosional, kekecewaan publik terasa sulit dihindari.

Sebagai penikmat musik, saya melihat kedua sisi punya argumen kuat. Di satu pihak, dewa-19 berhak menjaga katalog lagu dari pemanfaatan tanpa izin. Di pihak lain, Once membawa kontribusi besar yang mengangkat era emas band tersebut. Konflik jadi rumit karena bukan semata soal uang. Ada ego kreatif, ada sejarah panjang, juga ada narasi siapa paling berjasa. Semakin lama tertunda, semakin besar pula bayang-bayang dramanya.

Kasus absennya Once di resepsi El Rumi hanya menambah lapisan baru pada narasi itu. Banyak orang berharap acara keluarga bisa mencairkan suasana antara Once dan dewa-19. Nyatanya, jadwal serta situasi justru membuat jarak terlihat jelas. Namun, bukan berarti pintu sudah tertutup rapat. Justru kegaduhan ini menandakan masih banyak yang peduli. Selama publik terus menaruh harapan, peluang pertemuan ulang tetap terbuka.

Resepsi El Rumi sebagai Panggung Simbolik Dewa-19

Resepsi El Rumi sebetulnya bisa menjadi panggung simbolik bagi perjalanan panjang dewa-19. Di satu sisi, Ahmad Dhani tampil sebagai ayah sekaligus figur sentral band legendaris. Di sisi lain, bayang-bayang Once Mekel ikut hadir melalui obrolan warganet serta media. Ketidakhadiran Once membuat momen itu terasa tidak sepenuhnya utuh, namun justru di situlah kekuatan ceritanya. Kita diingatkan bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan jaringan relasi rapuh antara manusia, ego, bisnis, dan kenangan. Ke depan, apakah Once dan dewa-19 akan kembali menyatu di panggung besar, atau tetap berjalan di jalur masing-masing, akan menjadi bab lanjutan yang menarik disimak. Apa pun akhirnya, sebagai penonton, kita layak berharap agar keputusan mereka berangkat dari saling menghargai, bukan semata dari luka masa lalu.

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Nando Sutarjo

Share
Published by
Nando Sutarjo
Tags: Once Mekel

Recent Posts

Pesona Perhiasan Maia di Pernikahan El Rumi & Syifa

thenewartfest.com – Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju bukan sekadar momen sakral dua insan. Rangkaian…

2 hari ago

Drama Travel di Kabin: Saat Bahasa Jadi Konflik

thenewartfest.com – Travel seharusnya membawa rasa penasaran, kagum, dan kebebasan. Namun, di kabin pesawat, kebebasan…

3 hari ago

Travel ke Pantai Labu dan Bayang Judi Sabung Ayam

thenewartfest.com – Travel ke kawasan pesisir sering identik dengan pantai indah, kuliner segar, juga atraksi…

4 hari ago

Refund Tiket Hammersonic 2026: Amarah, Harapan, dan Pelajaran

thenewartfest.com – Refund tiket Hammersonic mendadak menjadi frasa paling sering muncul di lini masa metalhead…

5 hari ago

Warga Gelisah Karena Musik Keras Kedai Tuak

thenewartfest.com – Keluhan soal suara bising musik keras dari sebuah kedai tuak kembali memanas. Warga…

6 hari ago

Hari Bumi Sedunia: Saatnya Serius Urus Sampah

thenewartfest.com – Hari Bumi Sedunia selalu hadir sebagai pengingat keras bahwa bumi bukan sekadar alamat…

1 minggu ago